Breaking News

Belajar Bahasa Arab Tak Harus Ke Arab, di Samarinda Juga Mantap


Bagi warga Samarinda, tidak perlu jauh-jauh ke luar daerah apalagi ke Arab, bila ingin menguasai bahasa Arab dan membaca kitab-kitab kuning. Daftarkan saja diri anda di Ma'had Hasan bin Ali, sebuah lembaga pendidikan setingkat perguruan tinggi yang khusus mengajarkan Bahasa Arab.
Berikut penjelasan yang admin kutip dari sebuah blog:
Ma’had Hasan bin Ali Samarinda adalah Lembaga Pendidikan Bahasa Arab dan Studi Islam yang didirikan atas program kerjasama Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Asia Muslim Charity Foundation (AMCF). AMCF telah berkiprah di Indonesia sejak tahun 1992 sebagai organisasi sosial, nirlaba, dan nonpolitik, yang resmi dibentuk pada tahun 2002 dengan nama Yayasan Muslim Asia atau Muassasah Muslimy Asia Al Khairiyah.
Ma’had Hasan bin Ali Samarinda bertujuan menghasilkan sarjana muslim yang berkompeten dalam ilmu islam, terampil menerjemahkan, dan berkomunikasi dalam Bahasa Arab, ahli dalam menyebarkan nilai-nilai keislaman dan Bahasa Arab, serta mampu menjawab masalah keagamaan kontemporer yang berkembang di tengah masyarakat. Untuk mencapai tujuan tersebut, Ma’had Hasan bin Ali Samarinda menciptakan sebuah lingkungan pendidikan yang tepat dan kondusif bagi para mahasiswa guna percepatan penguasaan Bahasa Arab dan ilmu islam dengan menyediakan sarana pendukung seperti perpustakaan, pustaka digital, asrama mahasiswa, dan laboratorium bahasa / audiovisual.
TENAGA EDUKATIF
Tenaga edukatif Ma’had Hasan bin Ali Samarinda adalah alumnus perguruan tinggi terkemuka di Timur Tengah seperti Madinah, Sudan, Siria, LIPIA Jakarta, dan lain-lain.
PROGRAM EKSTRAKURIKULER
Untuk pengembangan keterampilan Bahasa Arab dan aktualisasi peran dakwah, Ma’had Hasan bin Ali Samarinda menyelenggarakan:
Program Dakwah Ramadhan, yaitu pengutusan mahasiswa ke desa-desa selama 20 hari di Bulan Ramadhan untuk pembinaan keagamaan kemasyarakatan.
Ifthar Ramadhan, yaitu pendistribusian kurma dan makanan buka puasa ke masjid-masjid pada Bulan Ramadhan.
Pelatihan khotbah / pidato, pelatihan dai, lomba karya tulis Bahasa Arab, organisasi kemahasiswaan, munaqasyah ilmiyah, dan lain-lain.
Program Udhiyah, yaitu pendistribusian hewan kurban ke desa-desa di Indonesia.
PROGRAM DAKWAH AMCF
Sebagai wujud kepedulian kemasyarakatan, AMCF menyelenggarakan Program Dakwah bagi para lulusan terbaik ma’had, yaitu Pelatihan Dai selama 3 bulan, dan pengutusan para dai tersebut ke desa-desa terpencil di seluruh pelosok nusantara.
Kegiatan dakwah para dai tersebut adalah memakmurkan masjid, mengajar baca tulis Al-Quran, melaksanakan kajian tauhid, fiqh, dan lain-lain.
Para lulusan yang berpartisipasi dalam program ini mendapat fasilitas sarana dan prasarana penuh dari AMCF selama masa pengabdian 1 tahun.
 PROSPEK LULUSAN
Menjadi Dai Profesional AMCF yang diutus ke daerah pedalaman nusantara.
Melanjutkan pendidikan Strata 1 (S-1) di seluruh Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan beberapa PTAIS tertentu.
Memperoleh kesempatan beasiswa kuliah di Program Studi Al Ahwal As Syakhsiyah Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta, Perguruan Tinggi Filial Universitas Imam Muhammad bin Saud Riyadh, Arab Saudi.
Menjadi tenaga pengajar Bahasa Arab dan Ilmu Keislaman di pondok pesantren atau sekolah menengah.
PROGRAM PERKULIAHAN
Pendidikan Bahasa Arab dan Studi Islam diselenggarakan dalam 2 program:
Program Persiapan Bahasa (I’dad Lughowy) 2 tahun terdiri atas 4 semester sesuai dengan Placement Test.
 Program Penyempurnaan Bahasa (Takmily) 1 tahun terdiri atas 2 semester.
Placement Test diselenggarakan bagi mahasiswa baru untuk mengukur level kemampuan Bahasa Arab dan pengetahuan dasar keislaman. Hasilnya akan menjadi dasar penentuan semester / level mahasiswa baru.


SUMBER:
https://lembagabahasaarab.wordpress.com/2012/10/08/profil-mahad-hasan-bin-ali-samarinda/

Tidak ada komentar