Breaking News

Syaharie Jaang Serahkan Bantuan dari Infaq PNS Langsung ke Kalsel

BERBAGAI bantuan dari kota Samarinda terus mengalir untuk korban gempa Sulbar dan banjir di Kalimantan Selatan. Kali ini bantuan dari infaq ASN (PNS) di lingkungan Pemkot Samarinda juga disampaikan untuk korban banjir.

Secara simbolis bantuan bersumber dari infaq ASN itu langsung diserahkan Walikota Samarinda Syaharie Jaang di Kalsel bersamaan dengan tibanya armada pengangkut bantuan mulai sembako hingga popok.

Selama dua hari sejak Senin 25-26 Januari Walikota didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) kota Samarinda Sugeng Chairuddin, Asisten I Tejo Sutarnoto, Kabag Kesra Abdul Jami dan ketua TP PKK Samarinda Puji Setyowati Jaang menyerahkan langsung ke pemerintah daerah setempat.

Hari pertama secara simbolis diterima Walikota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan di kantor Pemkot Banjarbaru.

Sebelumnya dilakukan penyerahan di kantor Pemkab Banjar (Martapura) yang langsung diterima Bupati Banjar KH Khalilurrahman.

Kemudian di hari kedua, penyerahan bantuan dilakukan di Pemkot Banjarmasin. Secara langsung diterima walikota Banjarmasin Ibnu Sina.

“Alhamdulillah dua hari kita menyampaikan donasi dari infaq ASN Pemkot Samarinda. Armada pengangkut bantuan juga sudah tiba. Semoga bantuan ini bisa meringankan derita

bubuhan kita, saudara kita semua yang mengalami musibah di Kalsel,” ucap Jaang.

Jaang berharap musibah bisa segera berlalu dan mereka yang mengalami musibah diberikan kesehatan dan rejeki berlimpah.
Pada kesempatan itu, Jaang juga melakukan tradisinya ketika berkunjung ke kota Serambi Mekkah dengan berziarah ke makam ulama di wilayah Kabupaten Banjar. Dalam hal ini ziarah ke makam KH Anang Djazouly Seman di Komplek Pangeran Antasari, Martapura.

"Kita juga tadi Alhamdulillah sampai ke komplek Makam Abah Guru Sekumpul Martapura. Meski tidak bisa masuk karena masih ditutup, ini sudah mengobati kerinduan kita apalagi tidak ada haulan akbar tahun ini," tuturnya.

Tak hanya ini, Jaang dan rombongan juga ziarah ke makam Abah Guru Zuhdi alias KH Ahmad Zuhdianoor.(don/kmf-smd)

foto: istimewa






Tidak ada komentar