Resmikan Pasar Baqa, Andi Harun Tekankan Penting Kehadiran Pasar Tradisional

Sudah dilihat 8,057 Kali, Hari ini saja ada 3 Kali dilihat

SAMARINDA– Pemkot Samarinda terus berusaha membangun infrastruktur di Kota Tepian ini. Tentu, aral melintang itu ada. Seperti pada pembangunan pasar Baqa, sempat terhenti selama 6 tahun, Pasar yang berada di Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang, akhirnya bernafas kembali. Peresmian pasar yang telah direnovasi total ini menandai bangkitnya perekonomian lokal, khususnya bagi para pedagang di Samarinda Seberang.
Tampil lebih modern dan tertata rapi. Ruang usaha seluas 6.179 meter persegi terbagi menjadi dua lantai, menampung 512 pedagang yang sebelumnya sempat direlokasi ke Gedung KNPI Samarinda Seberang selama proses pembangunan. Fasilitas modern seperti lift barang, timbangan ukur ulang, dan layar pantauan harga bahan pokok penting turut melengkapi pasar ini.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menghaturkan rasa syukur dan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung pembangunan kembali Pasar Baqa. Ia pun menekankan pentingnya keberadaan pasar tradisional sebagai indikator ekonomi yang sehat.
“Kehadiran pasar seperti Baqa adalah cerminan dari dinamika ekonomi lokal,” ungkap Andi Harun.
Andi Harun menegaskan pentingnya revitalisasi pasar sebagai sarana untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan peresmian ini, ia berharap pasar baru akan menjadi pusat perdagangan yang modern dan bersaing dengan pasar-pasar di kota-kota besar lainnya. Selain itu, ia juga menjanjikan dukungan kepada pedagang-pedagang lokal untuk meningkatkan kualitas produk dan layanan mereka.
Dikesempatan yang sama , Dinas Perdagangan Samarinda memiliki rencana besar untuk Pasar Baqa. Kepala Dinas Perdagangan Samarinda,Marnabas Patiroy menuturkan, sistem pembayaran nontunai alias cashless akan segera diterapkan.
“Kami akan menyediakan peralatan pembayaran nontunai untuk semua pedagang, bekerja sama dengan bank-bank terkemuka, untuk memudahkan transaksi dan mendorong pasar menuju era digital,” jelas Marnabas.
Tidak hanya sebagai pusat perdagangan, Pasar Baru yang baru ini juga diharapkan menjadi pusat kegiatan sosial dan budaya bagi masyarakat setempat.  (Adv Diskominfo Samarinda/Di/Le).