Ketahanan Pangan Melalui Jagung Pipil, Pemkot Fasilitasi dari Hulu ke Hilir

Sudah dilihat 45 Kali, Hari ini saja ada 2 Kali dilihat

TANAM PERDANA: Andi Harun secara simbolis melakukan penanaman jagung pipil (Foto: Humas Pemkot)


Samarinda, Prediksi.co.id- Komoditas pangan
yang satu ini begitu menarik perhatian, selain memiliki gizi yang tinggi, ia
juga bisa diolah menjadi aneka olahan pangan, itulah jagung Pipil, yang hari
ini, Senin (21/8/2023) ditanam secara simbolis seccara langsung oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun, 
di
Kelurahan Sindang Sari, Kecamatan Sambutan.


Kegiatan penanaman
jagung pipil ini merupakan yang perdana, selain penanaman, dalam kegiatan
tersebut juga diadakan dialog antara pemerintah dengan Kelompok Tani Sumber
Abadi. Ini adalah sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan di Kota
Samarinda.


Andi Harun menuturkan program penanaman ini. merupakan salah satu dari
Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Lahan yang akan ditanami jagung
pipil ini merupakan lahan yang telah ditentukan melalui Rancangan Tata Ruang
dan Wilayah (RTRW) Kota Samarinda. “Jadi lahan ini sudah dikunci dalam
rancangan tersebut,” ungkapnya.

Tak hanya seremoni penanaman saja, ke depan, Andi Harun tegaskan, pihaknya
sangat memikirkan dan mengupayakan pertanian dari hulu sampai hilirnya,
sehingga hasil panen dari Kelompok Tani  Sumber Abadi berupa jagung pipil akan langsung
diambil oleh Perumda Varia Niaga. Sehingga pemkot Samarinda menjamin penyerapan
hasil tani berupa jagung pipil yang akan diolah sebagai pakan ternak.

“Panennya langsung dibeli dan diolah untuk pakan ternak, juga akan
direalisasikan dalam waktu dekat,” tegasnya.

Budi daya jagung pipil, kata Andi Harun, jangan hanya dikembangkan di
Kecamatan Sambutan, tetapi harus juga di realisasikan di seluruh kecamatan.
Kelurahan Sindang Sari akan menjadi pusat pengembangan produksi jagung,
khususnya jagung pipil.


Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian
(Ketapang Tani), Darham menerangkan, para petani bertekad untuk menambah lahan
hingga 10 Ha, karena ada kepastian dalam pembelian hasil panen petani, wajib
untuk petani menambah lahan produksinya.


Ia mencontohkan ketika Perumda Varia Niaga berani mengambil hasil tani,
maka harga akan lebih stabil. Bahkan harga jagung pipil diperkirakan memiliki
nilai jual Rp 5 ribu per kilonya. Harapannya bisa memperluas lahan produksi ke
seluruh kecamatan dan kelurahan.


“Sesuai dengan perintah wali kota, Perumda Varia Niaga harus siap,”
ungkapnya.


Darham jelaskan terkait permintaan warga untuk subsidi infrastruktur
juga pengairan, pemkot Samarinda akan fasilitasi semua permintaan warga.
Termasuk irigasi dan mesin air.


“Semua permintaan Kelompok Tani akan diwujudkan segera, akan kami
usulkan,” tutupnya. (Di/Le)