Keuskupan Agung Samarinda Deklarasikan Dukungan Percepatan Penurunan Stunting

Sudah dilihat 1,246 Kali, Hari ini saja ada 5 Kali dilihat

SAMARINDA, MEDIAIBUKOTA– Dukungan dalam percepatan penurunan stunting di kota Samarinda datang dari Keuskupan Agung Samarinda. Sabtu (17/06/2023) organisasi keagamaan ini mengadakan Deklarasi Dukungan, bertempat di Aula Keuskupan Agung Jalan DI Panjaitan.

Menurut Uskup Agung Samarinda Mgr. Yustinus Harjosusanto, kegiatan deklarasi ini sudah lama direncanakan guna mendukung program pemerintah dalam penurunan angka stunting termasuk di Kota Samarinda. Apalagi ujar dia, hal ini sesuai dengan dasar beragama dan keimanan mereka untuk menyelamatkan manusia secara menyeluruh agar sejahtera, makmur dan sehat.

Yustinus mengungkapkan pentingnya edukasi terhadap para ibu rumah tangga yang memiliki anak terkait soal gizi. Selain itu juga mengenai pendidikan perkawinan yang tentunya sangat bermanfaat dalam memulai upaya pencegahan stunting.

Kegiatan ini tentu saja mendapat apresisi dari Pemerintah Kota Samarinda yang diwakili oleh Asisten II Pemerintah Kota Samarinda Sam Syaimun. Menurut dia hal ini sangat membantu Pemerintah Kota dalam percepatan penurunan stunting di kota “Pusat Peradaban” ini.

Sam Syaimun menjelaskan bahwa data Program Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrim (P3KE) menunjukan bahwa masyarakat miskin ekstrim di kota ini ada sebanyak 9.032 jiwa dan 1.600 kepala keluarga. Untuk mengatasi hal ini pemerintah telah meluncurkan beberapa program seperti Probebaya, untuk mengurangi angka stunting yang tentunya sangat berhubungan dengan ketidakmampuan ekonomi tersebut.

Sam Syaimun juga menjelaskan bahwa saat ini berkat program Probebaya, Samarinda sudahmencapai 100 % Universal Health Coverage (UHC) yang artinya masyarakat kota ini sudah tercover oleh BPJS Kesehatan.

Hingga saat ini pemerintah kota Samarinda telah melakukan upaya penurunan stunting yang angka relevansinya meningkat 25,3 % pertahun 2022. Maka ujar Sam Syaimun gerakan penurunan angka stunting ini harus melibatkan semua pihak. Kita optimis akan terjadi penurunan angka stunting yang lebih signifikan lagi di tahun 2024 nanti.  (ADV/*/KMF-SMR)