Andiu Harun Hadiri Seminar Nasional STIEKES Dirgahayu Samarinda

Sudah dilihat 132 Kali, Hari ini saja ada 2 Kali dilihat

SAMARINDA, MEDIAIBUKOTA- Wali Kota Samarinda Dr H Andi Harun mengatakan penyakit stroke merupakan penyakit kematian tertinggi kedua setelah penyakit jantung. Untuk itu bahaya stroke rentan menyerang usia produktif dan usia lanjut yang berpotensi menimbulkan masalah baru dalam pembangunan kesehatan secara nasional di kemudian hari. Menurutnya, modernisasi akan meningkatkan risiko stroke karena perubahan pola hidup.

“Tindakan preventif berupa penanganan prahospital perlu ditekankan. Hal ini penting untuk menjamin perbaikan kualitas hidup penderita stroke disamping penatalaksanaan yang lebih efektif untuk menekan angka kejadian stroke. Pencegahan primer pada stroke meliputi upaya perbaikan hidup dan pengendalian berbagai faktor risiko. Upaya ini ditujukan pada orang sehat dan kelompok risiko tinggi yang belum pernah terserang stroke,” kata Walikota saat menghadiri Seminar Nasional STIKES Dirgahayu Samarinda yang di ikuti secara zoom meeting di 3 Negara besar seperti Filipina, New Zealand, dan Cina. Sabtu (25/2/2023) pagi.

Orang nomor satu di Samarinda ini juga mengungkapkan, penyakit stroke didalam literaturnya membutuhkan asupan oksigen dan glokusa.

“Oleh sebab itu masyarakat khususnya warga Kota Samarinda harus tau dulu bahwa penyakit ini adalah penyakit yang sangat berbahaya, apalagi sudah terlalu sering serangan stroke atau dalam istiliah medis adalah brain attack,” ujar Wali Kota.

A-H sapaan akrab Walikota Andi harun, berharap dengan adanya kegiatan Seminar Nasional ini diharapkan kedepan calon tenaga kesehatan baru dapat mengenal penyakit stroke lebih dini dan cara pencegahannya sehingga dalam hal ini dapat meningkatkan kualitas dan pelayanan kesehatan. (ADV/MIK/KMF-SMR)

Muhasabah Diri Pasca Pemilu

Muhasabah Diri Pasca Pemilu

Sudah dilihat 6,005 Kali, Hari ini saja ada 143 Kali dilihat JENDELA NURANI: Pencoblosan telah usai. Kita tinggal menunggu…