Breaking News

Patuhi Prokes, Masjid Cahaya Mutiara Solong Durian Gelar Shalat Idul Adha dan Potong 19 Hewan Kurban

SAMARINDA: Pelaksanaan ibadah Idul Adha di masa pandemi kali ini memang berbeda dari masa-masa sebelumnya. Apalagi dengan pemberlakuan PPKM, menyebabkan panitia masjid tempat penyelenggaraan harus bekerja ekstra keras menyiapkan segalanya. 

Meski demikian, semangat untuk beribadah tidak membuat para pengurus masjid mengeluh. Mereka tetap berusahan menjalankan ibadah dengan selalu mematuhi protokol kesehatan demi pencegahan penularan covid-19.

Begitu pula yang dilakukan di Masjid Cahaya Mutiara yang berlokasi di Perum Solong Durian Sempaja. Menurut ketuanya Elansyah Jamhari, prosesi ibadah Idul Adha mulai dari shalat Id hingga penyembelihan hewan korban tetap diselenggarakan di masa pandemi ini. 

"Namun tentunya dengan persiapan yang sangat matang, mengingat kita tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat," ujar Elansyah saat diwawancarai SSCNews.

Sementara itu prosesi Shalat Idul Adha di masjid ini diselenggarakan dengan khidmat dengan Imam sekaligus Khatib Al Ustadz Habid Taufik Ba'bud. Meski mengikuti protokol kesehatan dengan ketat namun jamaah tetap antusias. 

Sebelum memasuki area masjid semua jamaah diperiksa suhu tubuhnya dan diwajibkan mencuci tangan. Selain itu juga diharuskan mengenakan masker. 

Lokasi pelaksanaan ibadahpun menjadi melebar lantaran ada perenggangan  jarak sehingga kafasitas masjid yang ada hanya bisa terisi 50 persennya saja. Selebihnya jamaah diberi tenda untuk menyambung shaf ke bagian luar masjid. Sedangkan jamaah wanita menempati gedung serbaguna yang ada dalam area masjid juga.

Elansyah juga mengungkapkan kegiatan panitia yang diketuai oleh Ustadz Juaidi ini,  berhasil menghimpun 19 ekor hewan kurban terdiri dari 13 ekor sapi dan 6 ekor kambing. Hal ini tentu tidak terlepas dari kekompakan pengurus masjid, panitia acara, dan warga masyarakat sekitar rumah ibadah ini.

Selanjutnya pembagian hewan kurban akan dilakukan dengan mengantarkan langsung ke masing-masing rumah warga yang berhak menerimanya, sehingga diharapkan tidak terjadi antrian dan kerumunan sebagaimana pembagian daging kurban pada umumnya. (*/Asya)

Tidak ada komentar