Breaking News

Samarinda Jadi Percontohan Perubahan Iklim Global






SAMARINDA. Samarinda telah terpilih dalam Pilot Project Kota Percontohan yang dinilai bisa diimplementasikan Program "Area Perkotaan Yang Mampu Beradaptasi Dengan Perubahan Iklim Global" oleh Adaptation Fun Scientific Committee, Non Government Organization (NGO) yang berbasis  di Amerika Serikat dan berkonsentrasi pada Program Pencegahan Pemanasan Global.





Hal ini terkuak saat Walikota Samarinda Syaharie Jaang melakukan audensi dengan Kepala Pusat Studi Resiliensi Untag Surabaya Retno Hastijanti, CEO Adaptation Fund Scientific beserta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkot Samarinda di Video Converence via Zoom di Rumah Jabatan Walikota Senin (20/7/2020) siang.





Sebagai Ibukota Provinsi Kalimantan Timur dan sebagai salah satu kota penyangga calon Ibukota RI, Samarinda telah mempersiapkan diri dengan Master Plan Perencanaan Program Pembangunan yang ramah lingkungan, tepat sasaran dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.





"Dalam setiap periode Pemerintahan Kepala Daerah, kami selalu berkomitmen untuk mengupayakan memperbanyak Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Tepian", ungkap Jaang.





Saat ini di Kota Samarinda untuk Ruang Terbuka Hijau telah mencapai 5,13% dari keseluruhan total wilayah Kota. Oleh karena itu, Pemkot Samarinda melalui Dinas Lingkungan Hidup telah menyiapkan kebijakan diantarannya menyusun dokumen Rencana Aksi Daerah terkait penurunan emisi Gas Rumah Kaca (RAD-GRK). Kemudian menyusun Jakstrada (kebijakan strategi daerah) dalam pengelolahan sampah dengan target pengurangan sampah 30% dan penanganan sampah 70%. Setelah itu menerbitkan Perwali Nomor 1 Tahun 2019 tentang Pengurangan Kantong Plastik.
Selanjutnya mengupayakan program sedekah lingkungan yakni kegiatan usaha dan jasa dapat ikut serta merawat lingkungan dengan memanfaatkan pupuk kompos yang dikelola masyarakat.





Ada juga program Kesuma Cinta untuk pasangan pengantin yang pengurusan surat menyurat menikah menyumbangkan tanaman dan kompos ke kecamatan untuk di tanam di lokasi kecamatan masing-masing.





Kemudian sambungnya, setiap pegawai yang promosi jabatan atau yang naik pangkat wajib untuk menyumbang tanaman dan diserahkan ke DLH untuk ditanam di area Publik Kota Samarinda.





Ada pula Program Jelantah membangun Samarinda yakni untuk setiap rumah makan dan hotel menyumbangkan minimal 10% dari minyak jelantah yang dihasilkannya untuk dikumpulkan kemudian hasilnya akan digunakan untuk membantu sekolah-sekolah yang peduli akan budaya lingkungan.
Kemudian Pembinaan Kampung Iklim. Samarinda telah memiliki 4 Kampung Iklim yang masyarakatnya memiliki konsep pengelolaan lingkungan yang bisa mendukung program Pencegahan Global Warming,





"Untuk Tahun 2019 salah satu kampung iklim Kota Samarinda mendapat Penghargaan di tingkat Nasional, untuk di Tahun 2020 ada 2 kandidat Kampung iklim yang akan mendapat Penghargaan Tingkat Nasional," kata Jaang.





Selanjutnya Jaang menambahkan untuk penanganan banjir di Kota Samarinda telah memasuki tahapan baru dimana pengerukan dan penataan daerah aliran Sungai Karang Mumus menjadi program penting yang harus segera direalisasikan.





"Kami telah melakukan kajian mendalam dengan semua pihak melalui Musrenbang untuk mengerjakan Rencana Penanggulangan Banjir agar dapat bejalan dengan baik, terarah dan sesuai dengan perencanaan awal," pungkasnya





Jaang berharap program ini bisa membantu Pemerintah Kota Samarinda dalam menyelesaikan beberapa permasalahan Perkotaan seperti pemenuhan Ruang Terbuka Publik dan Penangan banjir. (bar/dho/kmf-smd)


Tidak ada komentar