Header Ads

header ad

Petugas Pemutakhiran Data dibekali alat pelindung diri




SAMARINDA: Sebanyak 1966 petugas pemutakhiran data  pemilih akan mulai bekerja pada tanggal 15 Juli 2020 sampai dengan 13 Agustus 2020. Tugas mereka adalah meneliti dan mencocokkan daftar pemilih yang akan menjadi pemilih pada pemilihan Walikota 9 Desember 2020. 





Demikian dikatakan Muhammad Najib, ST, Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU kota Samarinda kepada reporter SSC News, belum lama ini. Menurut Najib, mereka ditugaskan mencocokkan data pemilih jika terdapat perubahan terhadap NIK, nama dan alamat, atau pemilih tersebut pindah dari alamat sebelumnya. 





Yang penting menurut mantan wartawan tersebut, selama menjalan tugas diwajibkan untuk tetap disiplin terhadap protokol covid, karena dalam pelaksanaan tugas mereka dibekali alat pelindung diri seperti masker, hand sanitizer dan face shield Para petugas juga dihimbau untuk tidak terlalu lama berinteraksi dengan calon pemilih. 





"Mereka bisa bertemu diteras atau halaman rumah saja. Dan mereka dibekali kartu pengenal," imbuh Najib. 





Diharapkan dukungan masyarakat dalam pelaksanaan Coklip ini dengan lebih pro aktip untuk menerima petugas dari KPU, misalnya menyiapkan kartu keluarganya serta memberikan aneka informasi yang dibutuhkan saat petugas melakukan pencocokan data.





Sementara itu menurut anggota KPU kota Samarinda lainnya Dwi Haryono, menjelaskan bahwa kegiatan pencocokkan dan penelitian  ini akan dilaksanakan oleh petugas pemutakhiran data pemilih atau PPDP yang sudah dilantik dan dibekali dengan bimtek. Mereka juga sudah melakukan rapid tes, sehingga petugas yang bekerja dilapangan ini sudah diyakini bahwa mereka itu non reaktif Covid.  





"Dan apabila ada petugas yang diketemukan reaktif, akan diganti."  Imbuh Dwi Haryono kepada SSC News. (stb/dil).





Sumber: https://www.samarindasmartcity.com/article/petugas-pemutakhiran-data-dibekali-alat-pelindung-diri


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.