Header Ads

Meski Kena Dampak Pandemik, Seniman Kaltim Tetap Bertahan


Sabir bersama seniman senior Syafruddin Pernyata, Rohim, Luthfi Chairullah dan Akmal.




SAMARINDA: Semua sektor saat ini benar-benar mengalami tekanan berat, termasuk tentunya dunia seni. Bahkan bisa dibilang para seniman adalah orang-orang yang sangat merasakan dampak keterpurukan dimasa pandemik ini.





Di hari biasa saja dunia seni begitu penuh perjuangan. Sehingga para seniman harus benar-benar berusaha keras agar karya seni mereka mendapat apresiasi dan penghargaan baik secara moril maupun materil. Apalag lagi dimasa-masa pandemi, tentu kondisi mereka jauh lebih sulit lagi.





Namun demikian, menurut tokoh seniman Kaltim M. Sabir. HS, para seniman adalah orang-orang yang kreatif dan tahan dengan aneka hempasan kehidupan. Sehingga berbagai cara mereka lakukan untuk bertahan hidup di tengah kondisi yang tidak menentu ini.





"Untuk mengatasi, kuncinya jangan menunggu. Seniman harus mampu dan terus dapat menginspirasi dalam setiap karyanya." Tutur Sabir saat dimintai komentar tentang nasib seniman yang begitu merasakan dampak covid saat ini.





Menurut dia pandemik ini sangat berpengaruh bagi dunia seni, namun ide dan inpirasi bagi seorang seniman berbagai disiplin ilmu dan pengalaman tetap mengalir.





"Tiadalah dapat mengekang atau menghalangi seniman dalam berkarya." Lanjut Pemilik Pondok Dongeng Kaltim ini.





Selanjutnya Sabir mengaku sangat berterimakasih kepada Dinas Kebudayaan karena telah berjuang memperhatikan nasib seniman. Meskipun tidak bisa memperbaiki kehidupan seniman secara total, namun paling tidak suport yang diberikan paling tidak menjadi dorongan moral untuk seniman sebih giat lagi berkarya meski ditengah kondisi yang tak menentu.





"Alhamdulillah dinas kebudayaan dan pendidikan nampaknya memahami. Sehingga berbagai program kegiatan seni karya dalam hal lomba mendongeng, baca puisi, monolog dan lomba yang lainnya diadakan. Sehingga ada ruang buat seniman untuk selalu berkarya." Pungkas Sabir. (Dil)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.