Breaking News

Masa Relaksasi TVRI Produksi Acara dengan Protokol Kesehatan. Zainal Abdi: "Agar Seniman Dapat Berkarya Lagi"






SAMARINDA: Syuting perdana pada masa relaksasi tahap ke-3 di studio TVRI Kaltim terasa berbeda dari biasanya. Para pemain Sandiwara Mamanda semuanya  tampak mengenakan masker dan menjaga jarak dalam berperan.  Hal ini terlihat dalam tayangan live Sandima, Rabu (15/07/2020) yang disiarkan oleh stasiun TV kebanggaan masyarakat Kaltim ini.





Menurut Produser acara TVRI Zainal Abdi, meski sudah melakukan syuting di studio namun mereka tetap berupaya semaksimal mungkin mengikuti protokol kesehatan, diantaranya dengan mewajibkan para pemain sandima memakai masker dan menjaga jarak dengan tidak bersentuhan fisik.





"Disatu sisi kita harus tetap memproduksi acara. Apalagi Sandima ini merupakan salah satu program andalan karena mengangkat budaya lokal. Namun dilain sisi kita juga harus memperhatikan kesehatan dan keselamatan semuanya, baik pemain maupun kru studio," ujar Zainal saat ditanya media ini soal pelaksaan syuting acara TV yang dia produseri, Rabu (15/07/2020) lalu.

Zainal menuturkan bahwa ada keprihatinan TVRI Kalimantan Timur terhadap seniman yg terdampak COVID, sehingga TVRI berusaha secepat mungkin memfasilitasi kreasi seniman. Oleh sebab itu di masa relaksasi dilakukan kembali produksi acara agar para seniman bisa kembali berkarya.





Memang diakui oleh Zainal , maupun  para pemainnya bahwa awalnya agak canggung dalam berlakon dengan kondisi mulut dan hidung tertutup. Namun karena memang situasi yang mengharuskan demikian mereka tetap berusaha bermain sebaik mungkin.





"Namanya bermain peran itu kan tak terlepas dari olah vokal dan ekspresi wajah, nah dengan memakai masker memang terasa kurang maksimal dalam berekspresi," Tambah Didik yang berperan sebagai pengharapan (pengawal) dalam sandima.





Hal senada juga dikatakan oleh Bhuyung, Rohim, Iyan BL, dan para pemain lainnya. Namun mereka menyadari bahwa kondisi saat ini memang belum memungkinkan untuk bisa bermain sebagaimana biasa. Sebagai seniman tentu ini menjadi tantangan tersendiri agar bagaimana tetap bisa berkarya dengan maksimal ditengah keterbatasan yang ada.





"Justeru keadaan ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami sebagai seniman. karena seniman itu pada dasarnya harus menjadi manusia kreatif yang selalu berupaya mencari solusi di tengah keterbatasan hidup. Tidak hanya karena ada pandemik ini" Imbuh Rohim, ketua Forum Aktrualisasi Seni Tradisional kota Samarinda yang merupakan wadah bernaungnya kelompok Sandima ini.





Sementara itu koordinator musik sandima, Lutfie Khairullah menambahkan bahwa mungkin ini bisa disebut "New Normal" bagi mereka sebagai pekerja seni. Dimana mereka harus membiasakan diri untuk melakukan aktifitas dengan cara berbeda dari yang selama ini sudah menjadi kebiasaan. (dil)


Tidak ada komentar