Header Ads

Kondisi sulit, pancing kreatifitas para pengusaha objek wisata






SAMARINDA: Masa pandemik covid-19 yang sudah berlangsung hampir setengah tahun ini sangat memukul dunia usaha kita, termasuk pengelola objek wisata. Sebagai tempat yang menghimpun banyak orang, objek wisata pastilah menjadi tempat usaha yang pertama ditutup karena dikhawatirkan akan menjadi tempat penularan virus Corona.





Celakanya meski usaha tidak berjalan, para pemilik objek wisata tersebut tetap harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk melakukan perawatan dan gaji karyawan. Sementara pemasukan tidak ada sama sekali.





Hal ini tentu membuat mereka harus memutar otak untuk bagaimana tetap bisa bertahan hingga wabah corona ini berakhir. Entah sampai kapan. Maka kemudian timbullah banyak ide dan kreasi di tengah keterjepitan keadaan. Beberapa pemilik objek wisata membuat program-program kreatif yang bisa tetap mendatangkan pengunjung tanpa harus membahayakan dari sudut kesehatan.





Ada yang menjadikan tempat wisatanya yang semula identik dengan tempat permandian dan bermain anak menjadi wadah ngopi orang tua dengan tetap menerapkan standar protokol kesehatan di masa relaksasi ini.





Ada pula ide menjadikan tempat wisatanya yang selama ini ramai dikunjungi anak-anak dan keluarga di siang hari menjadi tempat berkemah di malam hari yang notabene tentu adalah para orang dewasa yang terpisah dalam tenda masing-masing.





Demikian pula beberapa pemilik lahan yang berlokasi di perbukitan banyak yang kemudian menjadikanya sebagai objek wisata alam yang lebih populer lagi untuk masyarakat menikmati suasana 'gunung' dengan keindahan pemandangan kota dari atas (ketinggian).





Ada objek wisata puncak lama yang kemudian lebih diperbaiki guna menarik pengunjung, namun ada pula objek wisata yang baru dibuka karena mengikuti tren yang sedang viral.





Bahkan ada pengelola kapal wisata yang semula (sebelum pandemik) hanya mengangkut wisatawan yang ingin menyusuri sungai Mahakam dan menikmati keindahan pemandangannya, kini menjadikan kapalnya sebagai kafe terapung yang tentunya menjadi lebih menarik lagi bagi para pengunjung.





Namun yang jelas semua kreatifitas para pengelola wisata tersebut selalu mempertimbangkan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah untuk masa pandemik dan fase relaksasi saat ini. (Dil)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.