Header Ads

Ahli Hipnotis Setuju Jumlah Korban Covid Tidak Lagi Diumumkan






SAMARINDA: Kebijakan pemerintah melalui Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang tidak akan lagi mengumumkan data harian perkembangan kasus Covid-19, mendapat tanggapan positif dari para ahli hipnoterapi dan pemberdayaan diri.





Menurut pimpinan klinik Hipnoterapi Lesmana Care, Aditya Lesmana hal ini sangat bagus untuk mengurangi kecemasan masyarakat. Menurut dia publikasi masif mengenai angka-angka yang terus naik sedikit banyak akan memberi pengaruh negatif bagi mental masyarakat.











"Menurut saya bagus aja, karena orang jadi tak cemas lagi dengan angka yang terus naik," ujar Aditya menjawab pertanyaan SSC News sore Kamis (22/07) tadi.





Namun demikian ujar dia, sosialisasi dan edukasi soal pentingnya menjaga kesehatan serta mentaati protokol covid-19 tetap perlu dilakukan oleh instansi berwenang. Artinya disatu sisi pemerintah berupaya menghilangkan ketakutan di masyarakat sementara di sisi lain edukasi tetap berjalan.





Hal senada diungkapkan Ketua Umum Miracle Hipnotis Indonesia (MHI) Atien Noble. Ia menilai positif tindakan pemerintah yang menghentikan publikasi jumlah korban covid yang sudah sekitar 4 bulan ini dilakukan.





Atien menjelaskan bahwa kecemasan dan ketakutan bukan saja merusak emosi manusia namun juga bisa mememicu aneka penyakit fisik yang berbahaya. Bahkan tidak mustahil lebih berbahaya dari covid itu sendiri.

"Nah seperti yang kita ketahui dan kita pelajari, seseorang yang merasakan ketakutan, panik dan cemas berlebih hingga terjadinya stres, dapat menyebabkan sistem imun menjadi melemah. Dan dimana virus corona bisa lebih mudah menyerang orang yg memiliki imun yang lemah tersebut." jelas Atien kepada SSC News, Kamis (22/07/2020).





Namun demikian menurut Atien ada juga dampak negatif dari kebijakan menghentikan pengumuman jumlah penderita covid. Hal ini ujar dia bisa saja membuat masyarakat yang kurang informasi, atau yang tidak mengakses web resmi tersebut beranggapan  bahwa Corona sudah hilang. Akibatnya mereka menjadi tidak hati-hati dan malah meninggalkan pola hidup sehat sehingga mengabaikan protokol tentang covid.





Sebagaimana diberitakan oleh berbagai media bahwa pemerintah telah mengambil keputusan untuk tidak lagi mengumumkan Data harian perkembangan kasus Covid-19 yang setiap hari diumumkan lewat Juru Bicara Pemerintah untuk Penananganan Virus Corona.





Hal tersebut dikemukakan Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers, yang disiarkan langsung oleh akun Youtube Sekretariat Presiden. Adapun Update kasus harian selanjutnya dapat dilihat melalui portal www.covid19.go.id," saja. (asya)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.